Seperti dilansir BBC, Komite PBB meminta Beijing mengakhiri praktik penahanan tanpa tuntutan hukum pada Muslim Uighur (Mashable)

FAJAR.CO.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani rancangan undang-undang yang memberikan kewenangan kepada Washington untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas penindasan terhadap minoritas muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok, Rabu (17/6).

RUU tersebut sebelumnya telah disetujui oleh hampir selurung anggota Kongres Amerika Serikat.

Perkembangan terbaru ini tentu saja langsung direspons negatif Beijing. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengeluarkan pernyataan tak lama setelah RUU itu diteken.

Isi pernyataan tersebut di antaranya meminta AS berhenti ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain. Beijing juga menegaskan bahwa semua tindakan yang diambil pihaknya di masa mendatang adalah tanggung jawab AS.

Washington memprediksi ada lebih dari setengah juta orang Muslim Uighur tinggal di kamp-kamp yang dibangun penguasa Tiongkok. (ant/dil/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Editor : Edy Arsyad

Post navigation

Marak Tawuran Antar Warga, Syamsuddin Raga: Peran Keluarga Benteng Terdepan Luna Maya Minta Diampuni Kesalahannya di Masa Lalu