Indonesia

YLKI: Pengenaan PPN pada Kebutuhan Pokok tidak Manusiawi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.

Foto: dok. Republika

Wacana mengenakan PPN pada kebutuhan pokok akan menambah beban masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menolak rencana pemerintah untuk mengenakan PPN pada kebutuhan pokok. Menurutnya, rencana tersebut sangat tidak manusiawi.

Ia mengatakan, jika wacana itu direalisasikan, nantinya harga-harga kebutuhan pokok akan naik. Tentu, hal tersebut akan menjadi beban bagi masyarakat di tengah situasi pandemi saat ini.

Selain itu, rencana tersebut juga akan mengancam ketahanan pangan di Indonesia. Ia menambahkan, rencana pemerintah tersebut harus dibatalkan karena tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Video Editor | Fian Firatmaja

Football news:

Lionel Messi: Everyone is at risk of contracting the coronavirus. It's exciting, we're concerned
Braithwaite on Eriksen: One of the scariest moments of my life. Happy to be alive
Unbearably boring England: no passes through the centre, a wild emphasis on standards, but a superb Calvin Phillips
Malinovsky about 2:3 with the Netherlands: The match can not be called great, we played too low. Could be a draw
Clement Langle: Griezmann is not always treated fairly. He had a good season, but the bar is too high
Karasev has been appointed for the Italy-Switzerland match
St. Petersburg police asked a fan to remove the flag of Ukraine in the fan zone